Gaji kurang atau gaya hidup terlalu tinggi. - Yogi Purnama

Gaji kurang atau gaya hidup terlalu tinggi.

Bersyukur cara terbaik untuk menikmati hidup, duduk sambil minum kopi tangan sambil pegang kamera merebahkan kaki sehabis belajar photografer, sesekali melihat akun marketplace, penyedia gambar gratis di seluruh dunia dan adsense berharap akun itu menjadi pundi-pundi amal kebaikan. Sesekali menyeruput kopi hitam tanpa gula lalu melihat-melihat hasil foto.

Terkadang rutinitas bikin kita lupa waktu dan lupa segalanya. hidup ini ternyata menyenangkan kalau kita mampu untuk bersyukur atas nikmat tuhan, antaranya yang paling utama adalah bernafas, coba kamu bayangkan sedikit saja kita kena flu dan batuk sudah kalang kabut nafas terganggu tidur pun tidak nyenyak tetapi sering sekali kita melupakan itu semua.


Terkadang kita sering mengeluh terutama rezeki, kebutuhan banyak ini dan itu padahal kita kerja dari pagi sampai malam atau peribahasa kerja keras banting tulang tapi hasilnya itu-itu saja, Menganggur juga tidak sedap dipandang, malahan pusing 2 kali lipat dari bekerja, mau beli ini dan itu uang tidak ada terpaksa dompet pun harus diet ketat, kerja juga sama saja seperti pengangguran yang super sibuk kalau pola pikir 7 koma, tanggal 7 gaji sudah koma, penghasilan naik keinginan pun terkadang ikut juga naik malah melesat lebih tinggi efeknya tiap hari kerja lesu tak semangat kepala pusing 7 keliling kerja tak konsentrasi, Tiap bulan gaji masuk rekening cuman numpang lewat semacam mobil masuk pintu tol. Sebenarnya Gaji kita yang kurang atau gaya hidup kita terlalu tinggi.

Hidup adalah perjuangan yang harus kita menangkan, tantangan di depan mata harus kita hadapi begitu juga anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. Rezeki itu datang tidak selalu terbungkus oleh kain sutra. Rezeki itu datang kadang-kadang terbungkus seperti koran bekas. sesuatu yang awalnya terlihat seperti sebuah musibah, tapi ternyata isinya seperti emas dan berlian, hanya saja bungkus nya nggak selalu seindah yang kita bayangkan.

Bersyukur bukan melulu soal harta, uang atau berhubungan dengan materi lainnya. Kondisi badan yang sehat, rupa yang cantik atau tampan, anak-anak yang baik dan sehat, pekerjaan yang baik, ilmu yang banyak, pasangan yang setia, dan lainnya. Bukankah hal itu adalah sebuah karunia yang tuhan berikan. Bahkan ketika dalam keadaan kondisi tidak mengenakkan sekalipun, misal terkena sakit, musibah kehilangan dan lain-lain, kita dituntut untuk senantiasa bersyukur. Karena di balik musibah itu pasti ada nikmat yang tersembunyi.

Jadi sebagai hamba yang beriman, kita harus sepakat bahwa bersyukur akan nikmat itu adalah sesuatu hal yang penting. Dan harus sering kita lakukan setiap saat setiap waktu, bagaimanapun kondisinya.

0 comments

Subscribe to Our Newsletter