Monday, May 1, 2017

Jangan Jadi Entrepreneur Jika Kamu



Siapapun yang ingin jadi entreprenuer benar-benar siap mental. Sebab Di depan akan banyak rintangan yang menanti agar kita gagal. Berikut ini poin-poin yg perlu kamu siapkan atau renungkan saat memutuskan untuk menjadi entreprenuer.

1. Muliakan Orang Tua

Jadikan orang tua adalah raja dan ratu kita. Orang tua merupakan sebab terkabulnya doa. Orang yg pantas untuk kita muliakan atas harta kita adalah ibu dan juga ayah kita. Jadi, jangan pelit ke mereka dan jangan perhitungan. Coba kamu amati, rata-rata orang yang sukses itu memuliakan ibu dan ayahnya.

2. Luruskan Niat

Bagi umat beragama, luruskan niat kita bahwa bisnis adalah salah satu jalan kita beribadah kepada Tuhan. Laporan-laporan kita tidak hanya kepada manusia, tetapi kepada yang menciptakan kita. Jangan menilep uang ongkir karena itu bukan hak kita. Selalu jujur, tenang, dan bersahaja. Orang yang kita berhak iri adalah orang salah satunya banyak harta, yang mana dengan hartanya digunakan untuk amal kebajikan.

3. Entreprenur Berawal dari Hobi

Bisnis berawal dr hobi biasanya lebih langgeng. Hal tersebut disebabkan kita menguasai bidangnya. Setidaknya inti bisnis harus dikuasai. Seberapa pun agan punya banyak harta, tetapi jika tidak menguasai apa yg menjadi inti bisnis maka akan menjadi boomerang bahkan akan mengakibatkan rugi yg seharusnya tidak perlu terjadi. Jadi, sebelum memutuskan berbisnis maka kamu harus pelajari suatu bidang kalo perlu dalami sampai beberapa waktu. Oleh karena itu, jangan terlalu terburu-buru dan persiapkan planning yang baik.

4. Jangan Jadi Entreprenuer Jika Kamu Hanya Ingin jadi Kaya

Entreprenuer merupakan sebuah proses bukan tujuan. Segera definisikan kenapa kamu ingin jadi entrepreneur. Contoh, kamu ingin jadi seller smartphone agar memudahkan orang mendapatkan barang yg berkualitas dan harga terjangkau. Kamu merasa senang membantu buyer dalam mencari smartphone yg dibutuhkan. Jadikan visi dan misi kamu sebagai jalan kebaikan bagi orang bukan untuk menjadi kaya, sebab kaya akan mengikuti dengan sendirinya. Contoh Mark Zuckerberg yg berhasil menciptakan Facebook untuk memudahkan mahasiswa berkomunikasi. Jadi, jangan takut bermimpi ya!

5. Jalani Prosesnya dan Bermula dari Kecil

Apapun bisnisnya, jalani prosesnya sampai kamu benar menguasai proses bisnis dari hulu ke hilir. Hal ini akan terjadi jika bermula dari kecil. Bisnis yg ke kecil tidak membutuhkan banyak orang. Bahkan kita sendiri yg menjalaninya sehingga nanti akan lebih mudah mendelegasikan tugas-tugas.

6. Jangan jadi Entrepreneur Jika tidak Mau Rugi

Analoginya sederhana saja. Coba bayangkan orang yang berbisnis mobil pasti pernah kehilangan mobilnya. Orang yang berbisnis smartphone pasti pernah kehilangan smartphone, dan lain-lain. Entah itu hilangnya karena penipuan, karena proses kurir dan sebagainya. Jadi, dalam benak kamu harus ada gambaran bahwa suatu saat kamu akan siap rugi. Sebab dari proses rugi, akan ada begitu banyak manfaat yang tidak diajarkan di buku-buku.

7. Harus Punya Mental yang Kuat

Bedanya pekerja dengan pegawai adalah bahwa pekerja menerima setiap bulan gaji dan ia mengabdi hanya pada perusahaannya. Coba bayangkan entrepreneur yg setiap saat bisa saja mengalami kerugian yg tak terduga dan sisi positifnya ia mengabdi untuk banyak sekali orang. Selain itu, menghadapi berbagai macam karakter orang, lalu bangun mental yang kuat dimulai dari sekarang.

8. Bangun Relasi yang Baik dengan Supplier

Supplier merupakan mata rantai yang penting. Jadikanlah kita termasuk yg dipercaya supplier. Kamu harus bangun reputasi yang baik. Tunjukkan akhlak yang baik dengan taat membayar dan menjaga hubungan baik dengan cara yang bersih.

9. Sabar, Telaten, dan Terus memberikan yang Terbaik

Seandainya buyer sudah menanyakan berbagai macam pertanyaan, tetap kita layani dengan baik ataupun tidak jadi membeli barang kita karena ada toko lain yg lebih murah. Jangan kecewa, sebab kebaikan kita tidak berhenti disini. Bisa jadi ia akan memberitahu kita ada toko lain yang lebih murah atau merekomendasikan ke buyer yg lain. Percayalah bahwa kebaikan akan berbuah dengan kebaikan.

10. Jadilah yang Dipercaya dan Jujur oleh Buyer

Ciptakan dibenak mereka bahwa kita Seller yg dipercaya. Jangan sekali-kali demi menyenangkan buyer, kita berlaku tidak jujur. Misalnya, barang out of stock dikatakan in stock. Jelas buyer pasti marah. Katakan dengan jujur jika


EmoticonEmoticon