Sabtu, 04 Maret 2017

Berhenti Tertekan karena Anak


Mungkin ada di antara kita yang saling membandingkan anak-anak kita ketika sedang berkumpul di sekolah anak, misalnya di suatu siang saat kita sedang menunggu anak pulang bersama beberapa orang tua yang lain. Pasti akan ada perbincangan tentang anak kita bukan? Meski tak bermaksud membandingkan, ada kebanggaan tersendiri ketika anak kita lebih unggul dari anak yang lain.

Bagaimana jika ternyata anak kita tidak seunggul teman-temannya? Apakah ada perasaan cemburu atau iri? Atau, kita seolah- olah mempertanyakan alasan sehingga anak kita tidak seunggul teman-temannya. Semakin sering membandingkan, semakin sering mempertanyakan, kita akan terus-terusan merasa tertekan karena kondisi anak kita sampai akhirnya kita akan menuntut anak kita untuk bisa seperti teman-temannya. Berhentilah merasa tertekan karena anak kita sebab anak adalah karunia Allah yang harus kita jaga. Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, bersabarlah, kita akan menemukan “tambang emas” dalam diri anak kita sepanjang kita bersabar dalam “menggalinya”. Mereka sudah hadir dengan cinta Allah. Allah sudah menanamkan itu sejak ia masih dalam kandungan.

Pelihara cinta itu. Biarkan anak tetap pada fitrahnya yang indah. Ajak anak mencintai Islam dengan mencintai akhlak baik orang tuanya. Kenalkan anak pada Tuhannya setelah orang tua juga menemukan “siapa” Tuhannya. Intinya, semua pembelajaran yang akan diberikan kepada anak, orang tua harus lebih dulu memahami. Jika orang tua ingin anaknya salih dan salihah maka orang tuanya pun harus menjadi orang tua yang salih dan salihah. Kita ingin anak dekat dengan Alquran, orang tua juga harus dekat dengan Alquran.

Artikel Terkait

Berhenti Tertekan karena Anak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email