Jumat, 03 Februari 2017

Sikap para sahabat nabi saw dalam menuntut ilmu




Ayah-bunda, kegiatan belajar adalah kegiatan yang sangat penting menurut Islam. Bahkan, jikalau ada momen jihad datang, Allah melarang semuanya pergi ke medan perang.

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah:122)

Suatu ketika saat datang perintah berperang, orang-orang munafik mengejek para sahabat nabi. Mereka mempertanyakan sikap sebagian para sahabat nabi saw yang tidak berangkat berperang. Ketika itulah Allah menurunkan ayat tersebut untuk menanggapi orang-orang munafik.

Ayah-bunda, sikap para sahabat nabi dalam belajar sangat luar biasa. Ibnu Abbas adalah sahabat Rasulullah saw yang sangat jenius sekaligus sangat rendah hati. Saat beliau ingin belajar, beliau akan duduk di depan rumah sahabat nabi yang ingin dia pelajari ilmunya. Ketika keluar rumah, biasanya orang itu akan kaget karena mendapati Ibnu Abbas duduk di depan rumahnya sambil berselimut debu.

“Ibnu Abbas, apa yang kamu lakukan?”, tanya seorang sahabat.
“Saya ingin belajar padamu..”, jawab Ibnu Abbas.
“Mengapa kamu tidak memintaku saja untuk datang ke tempatmu?”, tanyanya lagi.
“Aku yang membutuhkan ilmu, maka sudah seharusnya aku yang datang menemuimu..”
“Lalu kenapa kau duduk saja di depan rumahku dan tidak mengetuk pintuku?”, tanyanya heran.
“Aku tidak tega mengganggu waktumu bersama keluargamu”

Ayah-bunda, demikianlah sikap para sahabat nabi saw dalam menuntut ilmu. Mungkin kita tidak mampu mencapai level kesungguhan belajar para sahabat nabi, tapi yuk mulai sekarang kita lebih rajin lagi dalam menuntut ilmu dunia maupun agama.

Seringkali kita menyuruh anak kita untuk menuntut ilmu, tapi di saat yang sama, ternyata kita sangat malas membaca buku. Ayah-bunda, pikirkanlah perasaan anak kita. Bagaimana jika dia memiliki ayah dan ibu yang rajin belajar tentang kehidupan dan belajar ilmu-ilmu baru terus setiap hari? Pasti sang anak akan bangga memiliki ayah-bunda seperti itu. Dengan sendirinya, ia pun akan tersulut semangatnya untuk belajar. Bagaimanapun, ayah-bunda, kita adalah teladan anak kita.

Saat itulah, saat akan belajar, kita perlu menyebut nama Allah supaya berkah mendatangi kita. Nabi saw mengajarkan agar kita membaca, “Robbi Zidni Ilma Warzuqni Fahma” (Ya Allah tambahilah ilmuku dan dan pertinggikanlah kecerdasanku”

Artikel Terkait

Sikap para sahabat nabi saw dalam menuntut ilmu
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email