Tuesday, February 28, 2017

Menyuruh anak solat dan syariat lainnya


Terkadang orang tua mengharapkan sesuatu yang instan. Menyuruh anak solat dan syariat lainnya tapi melupakan soal gairah anak terhadap kedekatan ia dengan Allah Swt. Mari kita menerapkan berdasarkan usia. Seperti hal di bawah ini.
  1. Usia 0-2,3-6 (pra latih)  Ini adalah fase mengokohkan. Mengenalkan Allah, menemukan sifat unik anak. Konsepsi, fundemental melalui imaji positif dan kecintaan di keluarga. Di usia ini anak belum faham konsep sosial. Ia belum memahami hal-hal yang kongkrit namun lebih menyenangi sesuatu yang abstrak. Maka tidak salah apabila kita mengatakan kepada anak di usia ini bahwa makanan yang Ayah/Bunda bawa itu adalah dari Allah. Di usia ini pula sifat egosentris anak harus dipuaskan. Biarkan dia jujur di hadapan kita. jangan memandang anak dari kacamata kita. tapi dari kacamata anak. Rancang kegiatan journal kegiatan (Developmental portofolio) untuk mengetahui apa potensi anak kita.
  2. Usia 7-10 (Pre Aqilbaligh 1) Ini adalah menumbuhkan dan menyadarkan fitrah sebagai potensi melalui interaksi dan aktivitas di alam dan lingkungan. Amati anak dengan kaca mata anak. Fasilitasi dengan sesuatu yang relevant dengan potensinya dia. Di usia ini tunjukanlah kehebatan Ayah/Bunda dalam melakukan sesuatu. Agar kalian dapat membuatnya terkagum padamu.
  3. Usia 11-14 (pre aqilbaligh 2). Menguatkan dan menguji fitrah sebagai determinasi peran yang dibutuhkan melalui ujian pada kehidupan, zaman dan realita/problematika sosial. (benturkan dengan realitas, sehingga ia dengan sendirinya akan belajar bagaimana mencari solusi atau keluar dari masalah).
  4. Usia > 15 (post Aqil baligh). Menyempurnakan fitrah sebagai peran peradaban. Pada fase inilah anak sudah memiliki akar yang kokoh dan mengetahui apa perannya di bumi ini. Bagi ust harry, masalah dalam hidup ibarat sebuah pupuk, yang ketika akar pohon sudah kuat. Maka pohon akan tumbuh semakin lebat, kokoh, dan berbuah yang siap kita panen."Kita kadang terburu-buru ingin anak kita segera berbuah. Padahal ada tahapnya."Segala sesuatu akan indah pada masanya. Jadi rileks aja. 
Masa fitrah itu, masa landai. Fitrah bukan checklist konten, tapi soal checklist gairah yang dalam atas kedekatan manusia terhadap Allah. Setiap manusia memiliki fitrah positif dari Allah. Tinggal bagaimana kita mampu mengaktifkan fitrah-fitrah tersebut pada masanya. Jangan ingin instan, tidak juga tidak peduli.

Maka mulailah belajar, kenali, amati, dan observasi masa-masa fitrah anak-anak kita.


EmoticonEmoticon