Senin, 16 Januari 2017

Shalat 5 waktu lah di masjid dan ajak anak Anda.


Ayah, bayangkanlah saat mentari terbenam, kita baru saja pulang kerja dan sampai ke rumah. Tidak biasanya jalanan macet separah itu dan membuat kita terjebak sampai 3 jam di perjalanan. Dengan peluh dan lelah, rasanya kita ingin beristirahat dan tidur. Namun, baru saja merebahkan badan barang sebentar di sofa, sudah terdengar kumandang adzan maghrib.

Saat itulah Anda melihat anak Anda yang sudah SMP sedang bermain mobil-mobilan dengan adiknya, tertawa-tawa.
“Nak, ajak adikmu ke masjid ya untuk shalat maghrib..”, pinta kita. Anak Anda menengok ke arah kita dan nyeletuk, “Nggak mau ah, yah. Aku masih main nih. Ayah juga nggak pernah shalat maghrib ke masjid, kok..” lalu dia melanjutkan bermain mobil-mobilan. Adiknya yang lebih kecil tampak terpesona dengan mobil-mobilan kakaknya.

Bagaimana perasaan kita, ayah-bunda? Bagaimana perasaan kita saat anak Anda menjawab pertanyaan kita dengan jawaban mematikan seperti itu? Anda memang kelelahan setelah seharian mencari nafkah untuk keluarga. Mencari nafkah memang kewajiban kita dan berpeluh-peluh dalam mencari nafkah akan diganjar oleh Allah dengan pahala besar. Namun, rupanya kewajiban kita belum selesai sampai di sana. Setelah sampai di rumah, kita masih perlu mendidik Anak kita dengan keteladanan. Contoh sederhananya adalah kegiatan shalat di masjid.

Shalat adalah kewajiban, terutama untuk seorang ayah yang diwajibkan shalat di masjid. Seorang sahabat Nabi yang buta pernah datang ke Rasulullah saw dan berkata,
'Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan dan cukup shalat di rumahnya.' Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, 'Apakah engkau mendengar suara adzan (panggilan) shalat?', ia menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Maka hendaklah kau penuhi (panggilan itu)’. (HR. Muslim)

Jika seorang laki-laki buta saja tetap diperintahkan oleh Rasulullah saw untuk shalat di masjid, bagaimana dengan mereka yang tidak buta?

Sahabat pembaca seorang anak adalah peniru ulung. Apapun yang kita katakan dan lakukan, semuanya akan direkam oleh si anak. Oleh karenanya, kita sebagai orangtua wajib untuk memberikan keteladanan yang baik kepada anak kita agar ia pun bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Sebelum menyuruh anak Anda shalat, wahai ayah-bunda, pastikan bahwa sahabat pun mengerjakannya dengan baik. Dan terutama untuk para ayah, shalat 5 waktu lah di masjid dan ajak anak Anda.

Artikel Terkait

Shalat 5 waktu lah di masjid dan ajak anak Anda.
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email