Minggu, 26 Maret 2017

Luangkan waktu bersama keluarga


Penelitian ini tak sengaja dilakukan oleh para suster di Australia. Salah satunya: Bronnie Ware, yang bertugas merawat dan menemani para pasien di rumah sakit tempatnya bekerja.Ia mengamati bagaimana pasien berjuang atas penyakitnya, bagaimana pasien merasa kesakitan atau menyerah. Dan, Bronnie juga umumnya menjaga pasien yang usia hidupnya sudah tak lama lagi.

Rata- rata pasien yg dirawat: 12 minggu lamanya, kemudian mereka meninggal karena penyakit yang dialami ataupun karena menua.Kemudian ia terinspirasi untuk mengumpulkan beberapa jawaban atas sebuah pertanyaan sederhana. Yang kemudian dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul: “The Top Five Regrets of the Dying”.

Dikatakan, bahwa sekian banyak pasien mengaku ada lima hal yang disesali menjelang ajal mereka.Yang

Pertama, “seandainya saja aku punya keberanian untuk hidup dengan caraku, dan menjadi diriku sendiri. Bukan hidup demi orang lain, dan menjadi yg orang lain harapkan.”
Kedua, “seandainya aku tidak bekerja terlalu sibuk dan punya banyak waktu untuk diriku dan keluargaku.”
Ketiga, “seandainya aku punya keberanian mengungkapkan perasaan yang terpendam.”
keempat, “seandainya aku selalu punya lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatku.”
Kelima, “seandainya aku membiarkan diriku merasakan kebahagiaan.”

Melalui buku yang ditulis, suster Bronnie Ware ingin menyampaikan pesan agar kelak kita tidak menyesali hal yang sama. Agar kita punya keberanian menjadi diri sendiri. Hidup dengan cara kita dan tidak hidup karena omongan orang lain. Agar pandai mengatur memanajemen waktu, sehingga masih punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Agar punya keberanian mengungkapkan apa yang ada dalam perasaan kita. Agar punya banyak waktu untuk sahabat-sahabat dan kerabat kita dan Agar bisa secara nyata memberikan kebahagiaan pada diri sendiri dengan jalan yang berkah

N.B : artikel dicopy dari telegram pendidikan karakter diedit oleh Yogi Purnama Ramadhan sebagai inspirasi penulis
Read More

Kamis, 16 Maret 2017

Membaca adalah gerbang dunia

Buku sudah tidak menjadi media satusatunya sebagai gerbang dunia. Malahan peran utamanya telah digeser dengan teknologi informasi yang berada di media internet. Pengusaha yang baik adalah mereka yang selalu haus akan pengetahuan di segala bidang, khususnya dunia bisnis. Sedangkan buku dan internet adalah media untuk mendapatkan pengetahuan yang mereka butuhkan. Dan untuk saat ini, gerbang utamanya adalah dengan cara



membaca. Semakin banyak anda membaca semakin banyak ilmu dan pengetahui yang dapat anda manfaatkan. Tetapi ingat, membaca saja tak cukup. Anda perlu memahaminya secara mendalam.

Dengan membaca kita bisa tahu, dengan membaca kita bisa menambah wawasan semakin luas, membaca juga membuka masa depan mu, dengan membaca generasi yang akan datang lebih baik.
Read More

Selasa, 14 Maret 2017

Menjadikan Anak Saleh dengan Pendidikan yang Baik


Kunci pertama adalah pendidikan yang baik. Seorang ayah dan ibu dibebani oleh Allah tanggung jawab dalam mendidik anaknya. Mengapa? Karena pemberian yang paling baik, menurut Nabi kita Rasulullah, adalah pendidikan bagi anak-anak kita.Itulah yang harus diperhatikan benar-benar oleh semua orang tua. Dengan pendidikan yang baik, kita memberikan modal kepada anak-anak kita agar ia bisa menghadapi dunia modern yang keras dizamannya nanti.

“The greatest gifts you can give your children are the roots of responsibility and the wings of independence.” - Denis Waitle

Menurut Denis Waitle, hanya ada dua hal terbaik yang bisa diberikan kepada anak-anak kita, yakni akar pertanggungjawaban dan sayap kemandirian. Ayah-Bunda, inilah kunci pertama dalam menghadapi kerasnya dunia modern abad 21. Didiklah anak-anak kita dengan baik, niscaya insya Allah mereka akan menjadi tangguh berkat pendidikan dari Ayah-Bunda sekalian. Sekolah ataupun lingkungan hanyalah teman Ayah-Bunda dalam mendidik. Jangan sampai malah lembaga tersebut yang mengambil alih.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata:
“Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia

Hadist 1: Menjadikan Anak Saleh dengan Pendidikan yang Baik telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.” [Tuhfah al-Maudud hal. 125].

Jika pendidikan anak tidak diperhatikan oleh orangtua, akan ada akibat-akibat mengerikan yang bisa saja terjadi di masa depan.
Read More

Rabu, 08 Maret 2017

Mengetahui lebih jauh tahapan tumbuh kembang anak

Kegiatan saya setiap hari dalam seminggu yaitu Ngblog  dan berjualan online Hari ini saya sedang menemani anak  bermain, ini adalah permaina favorite anak saya Arkan Said Ramadhan mainan bongkar pasang  tomas & Friends. Agar saya dapat lebih memahami proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri arkan, saya harus mengetahui lebih jauh tahapan tumbuh kembang anak yang berlangsung, saya ingin mengetahui Perkembangan Motorik.
Pekembangan motorik 
Dan saya pelajari dari berbagai sumber, perkembangan motorik dibagi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan si Kecil. Contoh perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan berguling, telungkup, duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya.
Sementara, yang dimaksud dengan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu. Misalnya, kemampuan menggenggam benda, memindahkan benda dari tangan, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, dan lain sebagainya.



Read More

Sabtu, 04 Maret 2017

Berhenti Tertekan karena Anak


Mungkin ada di antara kita yang saling membandingkan anak-anak kita ketika sedang berkumpul di sekolah anak, misalnya di suatu siang saat kita sedang menunggu anak pulang bersama beberapa orang tua yang lain. Pasti akan ada perbincangan tentang anak kita bukan? Meski tak bermaksud membandingkan, ada kebanggaan tersendiri ketika anak kita lebih unggul dari anak yang lain.

Bagaimana jika ternyata anak kita tidak seunggul teman-temannya? Apakah ada perasaan cemburu atau iri? Atau, kita seolah- olah mempertanyakan alasan sehingga anak kita tidak seunggul teman-temannya. Semakin sering membandingkan, semakin sering mempertanyakan, kita akan terus-terusan merasa tertekan karena kondisi anak kita sampai akhirnya kita akan menuntut anak kita untuk bisa seperti teman-temannya. Berhentilah merasa tertekan karena anak kita sebab anak adalah karunia Allah yang harus kita jaga. Setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, bersabarlah, kita akan menemukan “tambang emas” dalam diri anak kita sepanjang kita bersabar dalam “menggalinya”. Mereka sudah hadir dengan cinta Allah. Allah sudah menanamkan itu sejak ia masih dalam kandungan.

Pelihara cinta itu. Biarkan anak tetap pada fitrahnya yang indah. Ajak anak mencintai Islam dengan mencintai akhlak baik orang tuanya. Kenalkan anak pada Tuhannya setelah orang tua juga menemukan “siapa” Tuhannya. Intinya, semua pembelajaran yang akan diberikan kepada anak, orang tua harus lebih dulu memahami. Jika orang tua ingin anaknya salih dan salihah maka orang tuanya pun harus menjadi orang tua yang salih dan salihah. Kita ingin anak dekat dengan Alquran, orang tua juga harus dekat dengan Alquran.
Read More

Rabu, 01 Maret 2017

Ponsel ikonik Nokia 3310 Terbaru

Ponsel pertama saya miliki ditahun 2000an, kini Nokia 3310 kembali meluncurkan. Ponsel ikonik Nokia ini masih hadir dengan desain ala 3310 dan tampil modern.


Desain Nokia 3310 terbaru masih mempertahankan bentuk yang membulat, namun kini lebih tipis dan tidak seberat Nokia 3310 yang aslinya. Disini, kamu tidak menemukan tombol clear dan navigasi dua arah, semuanya digantikan dengan tombol 4 arah dan tombol penjawab dan penutup telepon.

Nokia 3310 terbaru ini tetap seperti Nokia 3310 yang lama, bukanlah sebuah smartphone. Nokia 3310 ini menggunakan OS S30+ dengan layar berwarna 2.4 inch, serta kamera 2MP dengan flash.

Memori internalnya berkapasitas 16MB dengan dukungan slot microSD hingga 32GB, fitur FM radio, MP3 player, dan koneksi internet 2G yang dilengkapi dengan browser dari Opera.

Nokia 3310 terbaru juga dilengkapi dengan game ikonik Snake dan juga ringtone Nokia yang khas, serta baterai yang awet dengan waktu standby yang diklaim bisa bertahan hingga satu bulan.


Berikut spesifikasi Nokia 3310:
  • Nokia S30+ platform
  • Dimensi 115.6 x 51 x 12.8 mm
  • Layar 2.4 inch QVGA
  • Memori internal 16MB, slot microSD hingga 32GB
  • Kamera 2 MP, LED flash
  • Koneksi: 2G, Micro USB, Bluetooth 3.0 with SLAM, jack 3.5 mm
  • Dual SIM atau single SIM
  • Baterai: 1200 mAh, talk time hingga 22.1 jam, standby hingga 31 hari
  • Warna: Warm Red (Glossy), Dark Blue (Matte), Yellow (Glossy), Grey (Matte)
Nokia 3310 ini dijual seharga 49 Euro mulai dijual pada kuartal 2 tahun ini (sekitar April-Juni) di Asia Pasific, India, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Read More

Selasa, 28 Februari 2017

Menyuruh anak solat dan syariat lainnya tapi melupakan


Terkadang orang tua mengharapkan sesuatu yang instan. Menyuruh anak solat dan syariat lainnya tapi melupakan soal gairah anak terhadap kedekatan ia dengan Allah Swt. Mari kita menerapkan berdasarkan usia. Seperti hal di bawah ini.
  1. Usia 0-2,3-6 (pra latih)  Ini adalah fase mengokohkan. Mengenalkan Allah, menemukan sifat unik anak. Konsepsi, fundemental melalui imaji positif dan kecintaan di keluarga. Di usia ini anak belum faham konsep sosial. Ia belum memahami hal-hal yang kongkrit namun lebih menyenangi sesuatu yang abstrak. Maka tidak salah apabila kita mengatakan kepada anak di usia ini bahwa makanan yang Ayah/Bunda bawa itu adalah dari Allah. Di usia ini pula sifat egosentris anak harus dipuaskan. Biarkan dia jujur di hadapan kita. jangan memandang anak dari kacamata kita. tapi dari kacamata anak. Rancang kegiatan journal kegiatan (Developmental portofolio) untuk mengetahui apa potensi anak kita.
  2. Usia 7-10 (Pre Aqilbaligh 1) Ini adalah menumbuhkan dan menyadarkan fitrah sebagai potensi melalui interaksi dan aktivitas di alam dan lingkungan. Amati anak dengan kaca mata anak. Fasilitasi dengan sesuatu yang relevant dengan potensinya dia. Di usia ini tunjukanlah kehebatan Ayah/Bunda dalam melakukan sesuatu. Agar kalian dapat membuatnya terkagum padamu.
  3. Usia 11-14 (pre aqilbaligh 2). Menguatkan dan menguji fitrah sebagai determinasi peran yang dibutuhkan melalui ujian pada kehidupan, zaman dan realita/problematika sosial. (benturkan dengan realitas, sehingga ia dengan sendirinya akan belajar bagaimana mencari solusi atau keluar dari masalah).
  4. Usia > 15 (post Aqil baligh). Menyempurnakan fitrah sebagai peran peradaban. Pada fase inilah anak sudah memiliki akar yang kokoh dan mengetahui apa perannya di bumi ini. Bagi ust harry, masalah dalam hidup ibarat sebuah pupuk, yang ketika akar pohon sudah kuat. Maka pohon akan tumbuh semakin lebat, kokoh, dan berbuah yang siap kita panen."Kita kadang terburu-buru ingin anak kita segera berbuah. Padahal ada tahapnya."Segala sesuatu akan indah pada masanya. Jadi rileks aja. 
Masa fitrah itu, masa landai. Fitrah bukan checklist konten, tapi soal checklist gairah yang dalam atas kedekatan manusia terhadap Allah. Setiap manusia memiliki fitrah positif dari Allah. Tinggal bagaimana kita mampu mengaktifkan fitrah-fitrah tersebut pada masanya. Jangan ingin instan, tidak juga tidak peduli.

Maka mulailah belajar, kenali, amati, dan observasi masa-masa fitrah anak-anak kita.
Read More