Sabtu, 29 April 2017

Cahaya Matahari dan Shalat


Seorang ayah bercerita kepada anaknya. “Kak, kalau semua orang membuat rumah membelakangi matahari, apakah cahaya matahari akan berkurang? Tentu tidak, tidak akan berkurang sedikit pun.

Kalau semua orang membuat rumah menghadap matahari, apakah cahaya matahari akan bertambah? Tentu tidak ada pengaruhnya tindakan kita.

Kak, matahari akan tetap bersinar tak peduli apa yang kita lakukan. Atas izin Allah, matahari selalu terbit di pagi hari dan terbenam saat magrib tiba. Dari dulu sampai sekarang, manusia yang membutuhkan cahaya matahari. Matahari tak membutuhkan kita.

Begitu pula dengan shalat. Allah tidak pernah membutuhkan manusia untuk shalat kepada-Nya. Manusia yang butuh shalat kepada Allah. Shalat adalah cara yang Allah perintahkan kepada manusia agar kita bisa dekat kepada-Nya.

Jika kita tidak shalat, kita tidak akan dekat dengan Allah, akibatnya kita yang merugi. Kak, Allah yang memiliki segala sesuau. Allah Yang Mahakuasa.


Kamis, 20 April 2017

Luangkan waktu bersama keluarga tercinta


Sabtu dan minggu adalah kesempatan untuk gunakan waktu dengan baik, jika anda terbiasa dengan rutinitas kerja yang padat . Untuk memberikan waktu kepada yang anda cintai. Cinta, perhatian itu diterjemahkan dengan Waktu. Menggunakan Waktu anda bersama keluarga akan memberikan kesan bahwa anda cinta dan perhatian dengan keluarga. Membangun keintiman antara anggota keluarga itu penting, Intimacy…in to me and see, Dekat, perhatikan dan pahami.

Maka anda bisa mengalami hubungan yang baik antar anggota keluarga, Bukan keluarga saja yang harus diperhatikan berpakaian untuk anak-anak kita juga perlu diperhatikan, pakaian/ kaos terutama bahan tidak panas dan tema kaos mendidik anak anak kita, saat anak anak memakai tidak terasa panas nyaman saat bermain, bukan bahan lembut saja tapi ada sifat peduli dan berbagi yang tertanam didalam sebuah desain kaos anak-anak.

Jangan kuatir buat ayah dan bunda yang begitu mementingkan anak anak agar tetap nyaman saat berpakain apalagi diluar ruangan, sekarang ada sebuah brand kaos anak muslim, yang lucu, keren, unik, islami dan pasti bahan lembut tidak panas saat dikenakan anak anak kita, Kaos ini menggunakan bahan Katun Combed 24S dengan kualitas terbaik di Indonesia saat ini.

Demi menjaga kualitas produk kaos anak muslim. Afrakids menggunakan Bahan kaos anak muslim sudah menggunakan standard “ OEKO-TEX class I ” sehingga aman digunakan anak-anak dan ramah lingkungan.

Kaos Anak Muslim Afrakids dengan Konsep yang sangat berbeda :
  1. Desain kaos premium
  2. Setiap kaos mempunyai artikel sesuai dengan desain kaosnya
  3. Setiap kaos juga akan mempunyai insider yang telah diberi artikel
  4. Memakai plastik pembungkus desain premium sehingga meningkatkan kualitas Afrakids
  5. Mempunyai hang tag yang berisi cerita bersambung mengenai value care & share.
  6. Bahan kaos katun 24S premium agar nyaman dipakai oleh anak-anak.
  7. memakai bahan tinta sablon premium tersertifikasi yang sudah bebas toxic, sehingga aman untuk anak-anak.
  8. Harga termurah di kelasnya untuk saat ini, namun Afrakids memberikan kualitas terbaik di kelasnya. 
Oeko-Tex® Standard 100
The Oeko-Tex® Standard 100 adalah pengujian independen dan sistem sertifikasi untuk bahan baku tekstil, produk antara dan akhir pada semua tahap produksi. Contoh untuk produk yang memenuhi syarat untuk sertifikasi: Baku dan dicelup / selesai benang, / selesai kain mentah dan dicelup dan rajutan, siap pakai artikel (semua jenis pakaian, tekstil domestik dan rumah tangga, sprei, kain item terry, mainan tekstil dan lebih) .

Kriteria Pengujian untuk zat berbahaya termasuk:
  1. zat ilegal
  2. zat diatur secara hukum
  3. berbahaya (tapi tidak diatur secara hukum) bahan kimia yang dikenal
  4. serta parameter untuk perawatan kesehatan
Secara keseluruhan persyaratan jelas melebihi yang ada perundang-undangan nasional.

Uji laboratorium dan kelas produk

Oeko-Tex® pengujian untuk zat berbahaya selalu fokus pada penggunaan yang sebenarnya dari tekstil. Semakin intensif kontak kulit produk, ketat persyaratan ekologi manusia yang harus dipenuhi.

Dengan demikian ada empat kelas produk:
  1. Kelas produk I: Item tekstil untuk bayi dan balita sampai dengan 3 tahun (pakaian, mainan, sprei, kain item terry dll)
  2. Produk kelas II: Tekstil yang digunakan dekat dengan kulit (pakaian, sprei, T-shirt dll)
  3. Produk kelas III: Tekstil yang digunakan dari kulit (jaket, jas dll)
  4. Produk kelas IV: Bahan perabotan (tirai, taplak meja, bahan pelapis dll)
Sertifikasi

Persyaratan untuk sertifikasi produk tekstil menurut Standar Oeko-Tex® 100 adalah bahwa semua komponen item harus memenuhi kriteria yang dibutuhkan tanpa terkecuali – yang berarti selain bahan luar juga menjahit benang, pelapis, cetakan dll sebagai serta aksesoris non-tekstil seperti kancing, kancing zip, paku keling dll.

Selasa, 28 Maret 2017

Bertanggung jawab lebih berat dari pada


Bertanggung jawab lebih berat dari pada melepasnya, tapi tak bertanggung jawab lebih berat konsekuensinya dari pada menanggung tanggung jawab. Bertanggung jawablah, jangan sibuk mencari seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Jadilah orang yang bertanggung jawab atas segala tindakan kita.  Dengan demikian kita akan menuai hal yang positif.

Kegagalan orang yang bertanggung jawab adalah salah satu batu lompatan menuju kesuksesan.
Kemampuan memikul Tanggung jawab adalah pembeda seorang pemimpin dan seorang pengikut. Lingkungan sering menjadi alasan kegagalan kita. Tapi ambillah tanggung jawab atas segala kegagalan kita, jangan terbiasa menyalahkan lingkungan.

Masalah akan menjadi lebih besar jika kita melepas tanggung jawab. Bertanggung jawab bisa jadi tidak mampu menyelesaikan masalah, tapi itu akan menjadikannya lebih tenang. Setiap Amanah memiliki tanggung jawab.  Dan menjalankan tanggung jawab adalah tanda untuk bisa menanggung Amanah yang lebih besar dan menguntungkan.

Tanggung jawab adalah Karakter Utama Seorang Pahlawan, Seorang Teladan, Orang Sukses, Orang Bijak, Orang Baik dan segala jenis Orang yang kita Kagumi. Terlebih dahulu kita harus bertanggung jawab sebelum kita mendapatkan jawaban atas masalah yang kita tanggung.

Nb : Souce artikel didapat dari telegram pendidikan karakter dicopy sebagai motivasi penulis.

Minggu, 26 Maret 2017

Lima hal yang disesali setelah tiada


Penelitian ini tak sengaja dilakukan oleh para suster di Australia. Salah satunya: Bronnie Ware, yang bertugas merawat dan menemani para pasien di rumah sakit tempatnya bekerja.Ia mengamati bagaimana pasien berjuang atas penyakitnya, bagaimana pasien merasa kesakitan atau menyerah. Dan, Bronnie juga umumnya menjaga pasien yang usia hidupnya sudah tak lama lagi.

Rata- rata pasien yg dirawat: 12 minggu lamanya, kemudian mereka meninggal karena penyakit yang dialami ataupun karena menua.Kemudian ia terinspirasi untuk mengumpulkan beberapa jawaban atas sebuah pertanyaan sederhana. Yang kemudian dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul: “The Top Five Regrets of the Dying”.

Dikatakan, bahwa sekian banyak pasien mengaku ada lima hal yang disesali menjelang ajal mereka.Yang

Pertama, “seandainya saja aku punya keberanian untuk hidup dengan caraku, dan menjadi diriku sendiri. Bukan hidup demi orang lain, dan menjadi yg orang lain harapkan.”
Kedua, “seandainya aku tidak bekerja terlalu sibuk dan punya banyak waktu untuk diriku dan keluargaku.”
Ketiga, “seandainya aku punya keberanian mengungkapkan perasaan yang terpendam.”
keempat, “seandainya aku selalu punya lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatku.”
Kelima, “seandainya aku membiarkan diriku merasakan kebahagiaan.”

Melalui buku yang ditulis, suster Bronnie Ware ingin menyampaikan pesan agar kelak kita tidak menyesali hal yang sama. Agar kita punya keberanian menjadi diri sendiri. Hidup dengan cara kita dan tidak hidup karena omongan orang lain. Agar pandai mengatur memanajemen waktu, sehingga masih punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Agar punya keberanian mengungkapkan apa yang ada dalam perasaan kita. Agar punya banyak waktu untuk sahabat-sahabat dan kerabat kita dan Agar bisa secara nyata memberikan kebahagiaan pada diri sendiri dengan jalan yang berkah

N.B : artikel dicopy dari telegram pendidikan karakter diedit oleh Yogi Purnama Ramadhan sebagai inspirasi penulis

Kamis, 16 Maret 2017

Membaca adalah gerbang dunia


Buku sudah tidak menjadi media satusatunya sebagai gerbang dunia. Malahan peran utamanya telah digeser dengan teknologi informasi yang berada di media internet. Pengusaha yang baik adalah mereka yang selalu haus akan pengetahuan di segala bidang, khususnya dunia bisnis. Sedangkan buku dan internet adalah media untuk mendapatkan pengetahuan yang mereka butuhkan. Dan untuk saat ini, gerbang utamanya adalah dengan cara

membaca. Semakin banyak anda membaca semakin banyak ilmu dan pengetahui yang dapat anda manfaatkan. Tetapi ingat, membaca saja tak cukup. Anda perlu memahaminya secara mendalam.

Dengan membaca kita bisa tahu, dengan membaca kita bisa menambah wawasan semakin luas, membaca juga membuka masa depan mu, dengan membaca generasi yang akan datang lebih baik.

Selasa, 14 Maret 2017

Menjadikan Anak Saleh dengan Pendidikan


Kunci pertama adalah pendidikan yang baik. Seorang ayah dan ibu dibebani oleh Allah tanggung jawab dalam mendidik anaknya. Mengapa? Karena pemberian yang paling baik, menurut Nabi kita Rasulullah, adalah pendidikan bagi anak-anak kita.Itulah yang harus diperhatikan benar-benar oleh semua orang tua. Dengan pendidikan yang baik, kita memberikan modal kepada anak-anak kita agar ia bisa menghadapi dunia modern yang keras dizamannya nanti.


“The greatest gifts you can give your children are the roots of responsibility and the wings of independence.” - Denis Waitle


Menurut Denis Waitle, hanya ada dua hal terbaik yang bisa diberikan kepada anak-anak kita, yakni akar pertanggungjawaban dan sayap kemandirian. Ayah-Bunda, inilah kunci pertama dalam menghadapi kerasnya dunia modern abad 21. Didiklah anak-anak kita dengan baik, niscaya insya Allah mereka akan menjadi tangguh berkat pendidikan dari Ayah-Bunda sekalian. Sekolah ataupun lingkungan hanyalah teman Ayah-Bunda dalam mendidik. Jangan sampai malah lembaga tersebut yang mengambil alih.


Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata:
“Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia


Hadist 1: Menjadikan Anak Saleh dengan Pendidikan yang Baik telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.” [Tuhfah al-Maudud hal. 125].


Jika pendidikan anak tidak diperhatikan oleh orangtua, akan ada akibat-akibat mengerikan yang bisa saja terjadi di masa depan.

Rabu, 08 Maret 2017

Mengetahui lebih jauh tahapan tumbuh

Kegiatan saya setiap hari dalam seminggu yaitu Ngblog  dan berjualan online Hari ini saya sedang menemani anak  bermain, ini adalah permaina favorite anak saya Arkan Said Ramadhan mainan bongkar pasang  tomas & Friends. Agar saya dapat lebih memahami proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri arkan, saya harus mengetahui lebih jauh tahapan tumbuh kembang anak yang berlangsung, saya ingin mengetahui Perkembangan Motorik.
Pekembangan motorik 
Dan saya pelajari dari berbagai sumber, perkembangan motorik dibagi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan si Kecil. Contoh perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan berguling, telungkup, duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya.
Sementara, yang dimaksud dengan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu. Misalnya, kemampuan menggenggam benda, memindahkan benda dari tangan, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, dan lain sebagainya.